Penyebab Mengompol Pada Orang Dewasa Yang Harus Dimaklumi

Penyebab Mengompol Pada Orang Dewasa Yang Harus Dimaklumi

Mengompol adalah satu kata yang sering diidentikkan dengan anak kecil. Tapi pernah tidak sih jika ini juga terjadi pada orang dewasa? Mungkin tidak? Bagi anda yang penasaran, simaklah artikel kali ini. Sewajarnya ngompol terjadi pada anak kecil atau bayi yang notabene belum mampu buang air kecil secara pribadi. Namun ini tidak akan menutup kemungkinan bahwa orang dewasa mengalaminya. Sayangnya banyak yang beranggapan ini sebuah aib yang memalukan. Lantas sebenarnya apa yang menjadi penyebab mengompol?

Dalam dunia medis, mengompol saat sudah dewasa memiliki istilah noctural enuresis. Kondisi ini setidaknya dialami oleh 1% dari semua orang dewasa. Penyebab mengompol ini akibat adanya masalah pada kandung kemihnya. Sedangkan normalnya, kontrol kandung kemih baik sehingga saraf pada dinding kandung kemih akan mengirim pesan menuju otak ketika kandung kemih sudah penuh. Selanjutnya pesan akan dikirimkan oleh otak kembali ke kandung kemih supaya tidak mengosongkan urin hingga pemilik kandung kemih tersebut sudah siap kembali untuk buang air kecil.

Banyak orang akan setuju apabila ada yang mengatakan bahwa seseorang yang ngompol pasti sebelum tidur ia sudah minum air cukup banyak, tidak mampu mengontrol hasrat untuk pipis disebabkan oleh ketakutan, atau pernyataan lainnya. Ya, kita tidak dapat menolak alasan itu. Akan tetapi, ada beberapa kasus di mana keadaan ini sebagai pertanda bahwa orang tersebut sedang mengalami masalah kesehatan tertentu. Di bawah ini ialah penjelasan mengenai penyebab mengompol yang dialami oleh orang dewasa sesuai dengan artikel pada hellosehat.com.

  1. Pembesaran Prostat

Bagi anda yang masih belum mengenal prostat, prostat merupakan kelenjar kecil yang terletak di bawah kandung kemih namun sebelum uretra. Kelenjar ini hanya ada pada sistem reproduksi laki-laki. Pertumbuhan kelenjar prostat atau benign prostatic hypertrophy (BPH) akan menjadi penyebab mengompol pada orang dewasa menurut Badan Klasifikasi Informasi Ginjal dan Informasi Urologi, Amerika Serikat. Hal ini terjadi sebab adanya pembesaran prostat akan menimbulkan pembesaran pada otot kandung kemih sehingga peran utama kandung kemih akan tidak stabil.

  1. Menderita Diabetes Insipidus

Efek samping bagi orang yang menderita diabetes insipidus ialah sering merasa haus berlebihan dan buang air kecil dalam frekuensi besar. Penyebabnya adalah penderita mengalami kerusakan saraf yang ada di bagian kandung kemihnya. Akibatnya daya kontrol untuk urin keluar akan melemah. Selain itu, waktu tidur anda akan terganggu sebab intensitas buang air kecil yang banyak. Makanya kita semua tidak dapat membantah jika ini yang menjadi penyebab beberapa orang mengompol ketika tidur.

  1. Kandung Kemih Yang Memiliki Sifat Terlalu Aktif

Setidaknya ada 70 – 80% orang dewasa sebagai pasien enuresis nokturnal mempunyai kandung kemih yang terlalu aktif. Hal ini terjadi akibat adanya reaksi spontan dari otot detrusor setelah berkontraksi untuk mendorong urin agar keluar.

  1. Gangguan Tidur

Normalnya orang akan terbangun jika ingin buang air kecil. Akan tetapi orang yang menderita sleep apnea atau gangguan tidur lainnya memiliki keinginan buang air kecil yang justru masuk ke dalam mimpi.

  1. Efek Penggunaan Obat

Hipnotik dikenal sebagai obat untuk prosedur operasi, obat insomnia, dan obat penenang. Namun siapa duga bahwa ini menjadi salah satu obat yang membuat orang dewasa mengompol. Kok bisa? Sebab efek samping penggunaan obat ini menyebabkan seseorang tidur nyenyak sehingga ia tidak akan menyadari keinginan untuk buang air kecil. Alhasil peluang mengompol besar.

  1. Infeksi Kandung Kemih

Infeksi ini disebut dengan cytitis. Penyebabnya ada bakteri dalam kandung kemih. Peluang terjadinya infeksi ini lebih besar dialami oleh perempuan. Sebab berhubungan dengan lokasi uretra yang berdekatan dengan vagina. Oleh karena itu, mengompol adalah salah satu gejalanya.

            Adapun bersumber dari klikdokter.com, ada beberapa penyebab lain yang dibedakan atas dasar gangguannya. Baik itu berasal dari gangguan katup, gangguan kantung kemih, atau kombinasi keduanya. Alhasil dikelompokkan kembali menjadi penyebab lain, berupa:

  1. Urge Incontinence

Mengompol terjadi akibat kontraksi kantung kemih yang tidak diinginkan. Akibatnya pasien tidak dapat mengatasi ketergesaan pada kontraksi tersebut. Pasien sering merasa ingin buang air kecil namun mengompol di perjalanan menuju wc. Ini semua disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran kencing atau gangguan saraf lainnya.

  1. Stress Incontinence

Mengompol akan terjadi ketika pasien tidak dapat menahan buang air kecil akibat tekanan dalam perut meningkat. Misalnya ketika batuk, bersin, tertawa, dan lain-lain.

  1. Mixed Incontinence

Terjadi akibat kompinasi antara stress dan urge incontinence.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.