Tips Kelola Keuangan Jelang Ramadan

Tips Kelola Keuangan Jelang Ramadan

Tips Kelola Keuangan Jelang Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang paling dinantikan oleh umat muslim sedunia termasuk di Indonesia. Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah sehingga mendatangkan rezeki bagi siapapun.

Sudah lumrah pula jika memasuki bulan Ramadan, beberapa kebutuhan dan makanan pokok mengalami kenaikan harga hingga jelang Lebaran. Untuk menyiasatinya, ada beberapa cara untuk mengelola keuangan seperti berikut ini.

Siapkan Anggaran Belanja Ramadan

Sebelum memasuki bulan suci Ramadan, susun terlebih dahulu anggaran belanja yang kira-kira akan dikeluarkan sepanjang bulan tersebut. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan berapa banyak kebutuhan konsumsi seperti makanan sampai dengan persiapan lainnya.

Tidak ada salahnya juga mengevaluasi anggaran belanja Ramadan pada tahun sebelumnya. Dengan evaluasi anggaran pengeluaran pada bulan Ramadan sebelumnya, akan menjadi cermin untuk merencanakan anggaran bulan Ramadan mendatang dengan perencanaan yang lebih baik lagi.

Manfaatkan sebaik-baiknya waktu sebelum menjelang lebaran dengan mengecek beberapa harga kebutuhan pokok. Biasanya ada kenaikan beberapa persen. Antisipasi anggaran dengan menambahkan anggaran sebagai salah satu konsekuensi kenaikan harga pada bulan Ramadan.

Yang jelas, ada anggaran yang terencana dan rasional untuk pengeluaran selama lebaran. Misalnya anggaran untuk makan selama bulan Ramadan idealnya bisa berkurang karena jatah makan hanya dua kali dalam sehari, yaitu untuk makan sahur dan untuk makan saat berbuka puasa.

Namun, alokasi anggaran makan siang bisa dipindahkan untuk menambah porsi buah-buahan serta serat tambahan untuk membantu kondisi tubuh saat puasa Ramadan. Siapkan juga anggaran untuk vitamin dan juga suplemen tubuh karena pada saat Ramadan, kondisi tubuh benar-benar membutuhkan nutrisi yang lengkap dan sehat selama berpuasa seharian penuh.

Persiapan Belanja Makanan

Salah satu yang bisa diantisipasi sebelum memasuki bulan Ramadan adalah membeli kebutuhan belanja yang dibutuhkan pada saat bulan Ramadan. Misalnya tidak ada salahnya membeli buah kurma kering yang awet dan tahan lama sehingga masih bisa dikonsumsi pada bulan Ramadan.

Selain buah kurma untuk berbuka, kamu juga bisa membeli kebutuhan lain seperti sirup. Sudah lumrah juga jika ada beberapa iklan khusus sebagai pertanda menyambut bulan Ramadan mulai dari iklan sirup sampai dengan iklan obat sakit maag.

Sisihkan Lebih Awal untuk Zakat

Beberapa orang kadang-kadang alpa dan lupa membayar kewajiban saat Ramadan. Satu hal yang tidak boleh terlewat adalah membayar zakat fitrah bisa berupa uang ataupun berupa beras berkualitas. MUI sendiri memberikan anjuran untuk berzakat sejumlah 3 kg beras. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari polemik tafsiran ukuran kilogram beras antara 2.4 kg sampai dengan 2.8 kg. MUI malah menyarankan untuk menggenapkan menjadi 3 kg beras setiap individu yang berpuasa untuk melengkapi dan menyempurnakan ibadah pada bulan Ramadan.

Jika tidak sempat membeli beras, siapkan uang sejumlah atau setara dengan harga 3kg beras yang bisa disalurkan kepada amil zakat terdekat melalui masjid-masjid atau musala terdekat yang bertugas mengumpulkan serta menyalurkan zakat kepada yang berhak.

Siapkan Dana untuk Mudik dan Lebaran

Salah satu tradisi paling akbar dalam satu tahun adalah mudik lebaran. Mudik lebaran menjadi hajatan paling besar dalam merayakan kemenangan selama satu bulan berpuasa. Suasana lebaran benar-benar dimanfaatkan untuk pulang ke kampung halaman mengunjungi sanak famili dan berkeluarga.

Untuk mempersiapkan itu, tentu saja dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan pemesanan tiket kereta api pun sudah dimulai sejak 90 hari sebelum keberangkatan. Tak heran karena animo masyarakat yang cukup besar membuat penjualan tiket kereta api ludes dalam beberapa menit saja.

Sedangkan bagi yang memilih moda transportasi lainnya seperti menyewa kendaraan, setidaknya harus menyiapkan Rp 10 jutaan. Dana tersebut selain digunakan untuk penyewaan paket selama 7 hari selama lebaran juga digunakan untuk biaya lain seperti bensin, tol dan parkir kendaraan.

Pastikan Memberikan Parcel Lebaran pada Rekan Terbaik atau Pelanggan

Salah satu tradisi lebaran yang masih terawat sampai saat ini adalah parcel lebaran yang diberikan untuk keluarga ataupun rekan bisnis. Parcel lebaran merupakan bentuk terima kasih atas kerja sama maupun relasi yang selama ini terjalin.

Berbicara soal parcel lebaran pun kini bukan sebatas hanya parcel lebaran berupa makanan tapi juga bisa dalam bentuk lain misalnya barang elektronik ataupun handphone. Alasannya karena harga parcel lebaran kini bisa sama dengan harga handphone low-end dengan harga sekitar Rp 1.5 juta.

Jika ingin membelikan sebuah hadiah lebaran berupa handphone pun tak ada salahnya memanfaatkan kredit hp tanpa kartu kredit melalui Kredivo. Tradisi lebaran tidak jauh berbeda dengan tradisi Imlek dimana orang yang lebih tua memberikan salam tempel berupa amplop atau angpau lebaran.

Angpau lebaran akan jadi lebih mengesankan jika memberikan barang yang dibutuhkan seperti handphone terbaru. Dengan faslitas kredit hp tanpa kartu kredit dari Kredivo, kamu tidak perlu repot membayar admin bulanan atau tahunan dan juga tidak perlu menyiapkan syarat kartu kredit ataupun survei seperti perusahaan pembiayaan konvensional lainnya.

Kredit hp tanpa kartu kredit lewat Kredivo sangat fleksibel karena bisa dicicil dengan tenor mulai dari 3,6, sampai dengan 12 bulan dengan bunga rendah 2.95% perbulan. Limit yang diberikan pun cukup besar hingga Rp 20 juta. Untuk mendapatkan informasi promo dan kemudahan kredit hp tanpa kartu kredit dari Kredivo bisa kunjungi situs https://www.kredivo.com/

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.